Selasa, 06 Oktober 2015

kiat membuat foto bagus



KIAT MEMBUAT FOTO YANG BAGUS

oleh : ARBAIN RAMBEY (Pewarta Foto Senior Harian KOMPAS)


Nah, untuk kalian pecinta foto dari Sabang-Merauke,Aq ingin membagi beberapa tips menarik nih untuk kalian.
tips ini dibuat langsung oleh ahlinya lho, yaitu Arbain Rambey (Pewarta Foto KOMPAS).

Silahkan dibaca ya, semoga membantu dan memberikan inspirasi buat kalian.

1. Untuk bisa menghasilkan foto yang bagus, kita harus paham dulu seperti apa foto yang bagus itu. Tak mungkin kita bisa membuat foto bagus kalau kita sendiri sebenarnya tidak tahu foto bagus itu seperti apa.

2. Definisi foto yang bagus bukanlah definisi yang verbal. Tak mungkin ada definisi yang bisa ditulis bahwa foto bagus itu seperti apa. Anda bisa menelan sepotong pizza dan bilang rasanya enak, padahal Anda tidak bisa membuat definisi "enak" itu seperti apa bukan?

3. Untuk paham seperti apa foto yang bagus, kita bisa melatihnya dengan melihat foto orang lain yaitu dengan membuka-buka aneka majalah dan buku foto.

Perhatikan (Foto 1)
Foto ini menarik bukan?

 (Foto 1) by Agnes Rita.jpg
(Foto 1) by Agnes Rita


Perhatikan (Foto 2)
dengan menambah pohon akan lebih bagus bukan?


(Foto 2) by Arbain Rambey


4. Manakala kita melihat sebuah foto dan tertarik, yakinkanlah diri Anda bahwa foto itu bagus. Buktinya Anda tertarik bukan ?


5. Kemudian, perhatikan foto itu lalu buatlah pertanyaan di dalam hati: mengapa Anda merasa foto itu menarik. Apanya yang menarik? Apakah warnanya bagus, atau apakah orang dalam foto itu cantik, apakah susunan benda-benda dalam foto itu menarik, apakah suasana dalam foto menarik. Intinya, Anda harus tahu alasan apa yang membuat Anda merasa sebuah foto menarik.


Perhatikan (Foto 3)
Foto ini tidak menarik karena wajah orang yang difoto tidak kelihatan

(Foto 3) by Sri Hartati

Perhatikan (Foto 4)
Foto ini juga tidak menampilkan wajah orangnya, tapi menarik bukan ?

(Foto 4) by Rommy Perbawa

6. Setelah Anda tahu apa daya tarik sebuah foto, cobalah berpikir bagaimana cara membuat foto itu. Apakah fotografernya jongkok, apakah fotografernya harus naik tangga, apakah fotografernya kira2 ngobrol dengan obyeknya, apakah fotografernya mujur dapat pencahayaan seperti itu, dan sebagainya.

7. Setelah dua langkah terakhir dilalui, sesungguhnya Anda sudah punya bekal untuk membuat foto bagus bagi “adegan yang mirip dengan foto yang baru saja Anda amati”. Endapan memori akan sebuah foto bagus adalah bekal bagi Anda untuk membuat foto yang situasinya mirip. Dan makin banyak Anda mengamati foto orang lain, makin banyak bekal bagi Anda untuk bisa membuat foto yang bagus. Ini bukan menjiplak, tapi menabung ide. Di dunia ini tidak ada foto yang bisa sama sekali baru. Sebuah foto pasti dihasilkan dari berbagai ide yang ada di benak sang fotografer.


8. Kalau sudah memiliki sebuah kamera digital, pakailah tiap hari. Kamera digital apa pun mereknya, umur pakainya hanya sekitar enam tahun. Kamera yang dipakai tiap hari jauh lebih awet daripada kamera yang dipakai sekali-sekali saja. Dengan memakai kamera tiap hari, Anda sekaligus berlatih untuk bisa membuat foto yang bagus.


 
(Foto 5) by Doc Kompas/AP Photo/Natacha Pisarenko

Coba Anda pikirkan mengapa foto diatas ini (Foto 5) menarik. Sekilas, tampaknya tidak ada yang menarik. Tapi kalau Anda diberitahu bahwa di banyak negara Timur Tengah wanita dilarang menampakkan wajahnya di muka umum, foto ini jadi menarik karena Anda membayangkan bahwa buat apa difoto toh wajahnya tidak kelihatan.


Kemudian, coba lihat foto diatas (Foto 6). Kartu pengenal di beberapa negara Timur Tengah memang menampilkan pasfoto wanita tertutup burka.
Di sini kita bukan mengomentari adat negara lain, tapi sekadar menunjukkan bahwa sebuah foto bisa menarik bagi sebuah kelompok manusia, tapi menjadi biasa bagi kelompok manusia lain.


 

Foto ini (Foto 7) masih menarik bagi orang Jakarta walau di Jakarta juga ada kereta api yang dipadati penumpang. Namun, foto ini tetapmenarik karena yang di Jakarta masih kalah penuh. Foto ini pasti sangat menarik bagi orang Eropa yang bahkan melarang penumpang berdiri di dalam gerbong.

(Tamat)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar