KIAT
MEMBUAT FOTO YANG BAGUS
oleh : ARBAIN RAMBEY (Pewarta Foto Senior Harian KOMPAS)
Nah, untuk kalian pecinta foto dari Sabang-Merauke,Aq ingin
membagi beberapa tips menarik nih untuk kalian.
tips
ini dibuat langsung oleh ahlinya lho, yaitu Arbain Rambey (Pewarta Foto
KOMPAS).
Silahkan
dibaca ya, semoga membantu dan memberikan inspirasi buat kalian.
1.
Untuk bisa menghasilkan foto yang bagus, kita harus paham dulu seperti apa foto
yang bagus itu. Tak mungkin kita bisa membuat foto bagus kalau kita sendiri
sebenarnya tidak tahu foto bagus itu seperti apa.
2.
Definisi foto yang bagus bukanlah definisi yang verbal. Tak mungkin ada
definisi yang bisa ditulis bahwa foto bagus itu seperti apa. Anda bisa menelan
sepotong pizza dan bilang rasanya enak, padahal Anda tidak bisa membuat
definisi "enak" itu seperti apa bukan?
3.
Untuk paham seperti apa foto yang bagus, kita bisa melatihnya dengan melihat
foto orang lain yaitu dengan membuka-buka aneka majalah dan buku foto.
Perhatikan
(Foto 1)
Foto
ini menarik bukan?

(Foto 1) by Agnes Rita
Perhatikan
(Foto 2)
dengan
menambah pohon akan lebih bagus bukan?

(Foto 2) by Arbain Rambey
4. Manakala
kita melihat sebuah foto dan tertarik, yakinkanlah diri Anda bahwa foto itu
bagus. Buktinya Anda tertarik bukan ?
5. Kemudian,
perhatikan foto itu lalu buatlah pertanyaan di dalam hati: mengapa Anda merasa
foto itu menarik. Apanya yang menarik? Apakah warnanya bagus, atau apakah orang
dalam foto itu cantik, apakah susunan benda-benda dalam foto itu menarik,
apakah suasana dalam foto menarik. Intinya, Anda harus tahu alasan apa yang
membuat Anda merasa sebuah foto menarik.
Perhatikan
(Foto 3)
Foto
ini tidak menarik karena wajah orang yang difoto tidak kelihatan

(Foto 3) by Sri
Hartati
Perhatikan
(Foto 4)
Foto
ini juga tidak menampilkan wajah orangnya, tapi menarik bukan ?

(Foto 4) by Rommy
Perbawa
6.
Setelah Anda tahu apa daya tarik sebuah foto, cobalah berpikir bagaimana cara
membuat foto itu. Apakah fotografernya jongkok, apakah fotografernya harus naik
tangga, apakah fotografernya kira2 ngobrol dengan obyeknya, apakah
fotografernya mujur dapat pencahayaan seperti itu, dan sebagainya.
7.
Setelah dua langkah terakhir dilalui, sesungguhnya Anda sudah punya bekal untuk
membuat foto bagus bagi “adegan yang mirip dengan foto yang baru saja Anda
amati”. Endapan memori akan sebuah foto bagus adalah bekal bagi Anda untuk
membuat foto yang situasinya mirip. Dan makin banyak Anda mengamati foto orang
lain, makin banyak bekal bagi Anda untuk bisa membuat foto yang bagus. Ini
bukan menjiplak, tapi menabung ide. Di dunia ini tidak ada foto yang bisa sama
sekali baru. Sebuah foto pasti dihasilkan dari berbagai ide yang ada di benak
sang fotografer.
8.
Kalau sudah memiliki sebuah kamera digital, pakailah tiap hari. Kamera digital
apa pun mereknya, umur pakainya hanya sekitar enam tahun. Kamera yang dipakai
tiap hari jauh lebih awet daripada kamera yang dipakai sekali-sekali saja.
Dengan memakai kamera tiap hari, Anda sekaligus berlatih untuk bisa membuat foto
yang bagus.

(Foto 5) by Doc
Kompas/AP Photo/Natacha Pisarenko
Coba
Anda pikirkan mengapa foto diatas ini
(Foto 5) menarik. Sekilas, tampaknya tidak ada yang menarik. Tapi kalau Anda
diberitahu bahwa di banyak negara Timur Tengah wanita dilarang menampakkan
wajahnya di muka umum, foto ini jadi menarik karena Anda membayangkan bahwa
buat apa difoto toh wajahnya tidak kelihatan.

Kemudian,
coba lihat foto diatas (Foto 6). Kartu pengenal di
beberapa negara Timur Tengah memang menampilkan pasfoto wanita tertutup burka.
Di
sini kita bukan mengomentari adat negara lain, tapi sekadar menunjukkan bahwa
sebuah foto bisa menarik bagi sebuah kelompok manusia, tapi menjadi biasa bagi
kelompok manusia lain.

Foto
ini (Foto 7) masih menarik bagi orang Jakarta walau di Jakarta juga ada kereta
api yang dipadati penumpang. Namun, foto ini tetapmenarik karena yang di
Jakarta masih kalah penuh. Foto ini pasti sangat menarik bagi orang Eropa yang
bahkan melarang penumpang berdiri di dalam gerbong.
(Tamat)
Sumber
: www.kompaskampus.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar